napoleon-hill-millionaire21-1

Satu hal yang pasti yang menyebabkan dunia dan kehidupan yang ada di dalamnya berubah adalah karena faktor manusia. Agar tidak menimbulkan polemik, misalnya dengan berasumsi jika dunia ini hanya dihuni oleh bangsa binatang. Manusia dan binatang, keduanya telah diketahui mempunyai perbedaan yang sangat jelas.

Pada abad ini sebuah perubahan yang berlangsung secara diam-diam sedang terjadi di dalam relung pikiran manusia. Perubahan ini memiliki arti penting jika dibandingkan dengan perubahan yang terjadi sejak zaman Renaissance, yang dimulai di Italia pada awal abad 15 yang telah mengubah seluruh kawasan Eropa Barat selama tiga abad berikutnya. Kini, sebuah kesadaran baru, sebuah kekuatan baru yang bersumber dari dalam individu tengah terjadi.

Pada abad lalu manusia telah mencapai kemajuan pada bidang materi dan kini manusia memasuki abad baru yang ditandai dengan kemajuan di bidang mental dan spiritual. Abad yang ditandai bertemunya dua “konsep berpikir tentang kebenaran” yang telah lama menjadi seteru satu sama lain. Konsep pencarian kebenaran yang telah menjadikan dunia terbelah menjadi Timur dan Barat. Namun kini berkat temuan-temuan baru dalam bidang mental dan spiritual konsep berpikir sufisme yang mewakili Dunia Timur bertemu dengan filsafat yang mewakili Dunia Barat.

Beberapa orang pioneer seperti Prentice Mulford (1834-1891); Andrew Carnagie (1835-1919); Wallace D. Watlles (1860-1911); Charles F. Haneel (1866-1949); Genevieve Behrend (1881-1960); Napoleon Hill (1883-1970); dan Robert Collier (1885-1950), telah meletakkan dasar bagi kemajuan bidang mental dan spiritual. Sekalipun mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda, namun menurut mereka, satu hal yang pasti adalah: di dalam diri manusia terdapat potensi atau sumber daya yang luar biasa, yang apabila potensi itu dilatih dan dikembangkan secara konsisten, maka manusia dapat menjadi sebagaimana yang diinginkannya.

Potensi tersebut adalah pikiran yang pada tahap awalnya adalah merupakan kerja otak. Pikiran akan menghasilkan tindakan dan jika pikiran bersifat konstruktif dan harmonis maka hasil baik yang akan didapatkannya. Demikian pula sebaliknya, apabila pikiran bersifat destruktif dan tidak harmonis maka hasilnya akan buruk.

Pikiran manusia telah menghasilkan rasio 95%:5% dalam bidang kesejahteraan material. Dominasi ekonomi dunia, baik secara perseorangan maupun korporasi dapat digambarkan sebagai bentuk piramid. Rasio 95 : 5 adalah angka yang lebih banyak digunakan oleh para penulis buku motivasi sukses untuk menggambarkan prosentase perbandingan antara orang yang belum sukses dengan orang yang telah mencapai puncak kesuksesan. Orang yang masuk kelompok 5% menempati puncak atau kepala piramid, sementara 95% adalah kelompok yang membentuk badan piramid dan dasar piramid..

Robert T. Kiyosaki tanpa sungkan menyebutkan bahwa kelompok 95% adalah orang miskin dan kaum menengah dan 5% persen adalah orang kaya. Lebih jauh, Tung Desem Waringin mengutip pendapat Marshall Silver, ternyata hanya 1% orang yang menguasai 50% uang yang beredar di dunia. Sedangkan secara keseluruhan hanya 5% orang yang menguasai 90% uang yang beredar. Jadi kelompok 95% ramai memperebutkan porsi yang hanya 10%.

Fantastis! Kira-kira begitulah kita mengomentari kenyataan ini. Kekayaan atau aset, atau jumlah uang yang dimiliki seseorang - mengacu pada istilah umum yang sering digunakan, memang merupakan salah satu unsur pemenuhan kebahagiaan. Tentu dalam hal ini adalah kekayaan yang diperoleh dengan cara atau dari bisnis yang benar dan digunakan sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran.

Namun ada hal perlu digarisbawahi bahwa menjadi kaya itu adalah salah satu puncak sukses, bukan merupakan tujuan akhir hidup manusia. Manusia masih membutuhkan puncak-puncak sukses yang lain sampai tujuan ideal hidup ini - mencapai puncak dari segala puncak sukses yaitu kebahagiaan sejati dapat diraih.

Oleh karena itu menjadi orang kaya yang benar-benar bahagia sangatlah penting. Ada kisah mengenai orang-orang kaya dan sukses yang hidupnya berakhir dengan sangat menyedihkan. Dua puluh lima tahun sejak pertemuan yang diadakan pada tahun 1932, di hotel Edgewater Beach, Chicago, sembilah orang yang hadir pada pertemuan tersebut hidupnya berakhir secara tragis. Charles Schwab, pendiri dan pemilik perusahaan baja terbesar, meninggal dalam kondisi miskin setelah lima tahun terakhir bertahan dari uang pinjaman; Samuel Insull, presiden perusahaan jasa publik terbesar di dunia meninggal tanpa uang di tanah asing; Howard Hopson, pemimpin perusahaan gas terbesar, menjadi gila; Ivar Kreuger, presiden International Match Co.dan Arthur Cotton salah seorang spekulator saham terbesar, juga meninggal tanpa sepeserpun; Richard Whitney, presiden New York Stock Exchange dan Albert Fall, anggota kabinet Presiden Harding berurusan dengan aparat hukum, dan baru saja dilepaskan dari penjara; Leon Frazier, presiden Bank of International Settlements

dan Jesse Livermore, juga seorang spekulator saham terbesar, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Sehubungan dengan kasus di atas Robert T. Kiyosaki menganjurkan agar setiap orang harus melek finansial. Maksudnya, setiap orang harus dapat membedakan antara aset dan liabilitas. Secara sederhana dapat diartikan bahwa aset adalah sesuatu yang menaruh atau memasukkan uang ke dalam saku, sedang liabilitas adalah sesuatu yang mengeluarkan uang dari saku seseorang, sehingga ada ungkapan, “orang kaya menambah aset, orang miskin dan kelas menengah menambah liabilitas”. Jadi untuk benar-benar kaya dan bahagia maka seseorang harus menjaga agar aset yang dimilikinya terus tumbuh dan berkembang dan menahan diri untuk mengumbar nafsu dan keinginannya dengan membeli lialibilitas. Liabilitas hendaknya didapatkan dari hasil investasi aset yang dimiliki.

Pikiran bekerja selaras dengan Hukum Alam yang bersifat pasti dan tidak berubah. Pikiran ibarat bibit yang akan tumbuh mengikuti Hukum Pertumbuhan. Bibit yang jelek akan terus tumbuh sebagai kesan yang didapat pada masa lampau yang mengendap dalam pikiran bawah sadar. Jika kesan jelek berupa rasa takut, kecemasan, keraguan, kekhawatiran, perasaan tidak berdaya, ketidakpedulian, dan kehilangan harapan yang terus ditumbuhkan, maka kelak akan memetik hasil panen berupa kegagalan dalam kehidupan, dan ketidakbahagiaan.

Sebaliknya, apabila yang kita tanam adalah bibit unggul berupa keberanian, optimisme, sikap mental yang kuat dan selalu berusaha membuang segala sifat negatif dan memilih untuk tidak berhubungan dengannya, maka kelak akan memanen kesuksesan dan kebahagiaan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui akan kemampuan kita untuk secara sadar senantiasa memancarkan kesehatan, daya dan keselarasan yang mengarah kepada kemantapan sikap dan jauh dari kekhawatiran karena kenyataannya kita terhubung dengan Zat atau Daya Yang Tidak Terbatas melalui pikiran kita.

Charles F. Haneel menyebutkan ada tiga hal penting yang sangat didambakan manusia sebagai ekspresi pencapaian tertinggi serta pelengkap dalam proses pengembangan dirinya. Tiga hal yang apabila orang dapat menggapai ketiganya maka orang tersebut akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Ketiga hal tersebut adalah: kesehatan, kekayaan dan cinta.

Kesehatan

Tak seorangpun yang tidak mengakui bahwa kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan tak seorangpun di dunia ini mengharapkan hidup dalam kondisi sakit. Dunia medis berkembang begitu pesat, hal ini semata-mata merupakan upaya agar manusia senatiasa dalam keadaan sehat. Namun kesehatan yang sesungguhnya adalah kesehatan yang dicapai dengan kesadaran penuh melalui pikiran kreatif untuk membiasakan diri selaras dengan Hukum Alam khususnya yang berhubungan dengan pola makan.

Kekayaan

Mungkin tidak sepenuhnya orang setuju dengan pendapat ini. Karena dalam realitas social kita menjumpai orang-orang yang telah mencapai kebahagiaan sejati tanpa kekayaan. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar telah mencapai tahap pencerahan – puncak tertinggi dalam tingkat spiritualitas manusia. Namun bagi sebagian besar manusia, kekayaan tetap merupakan hal yang penting untuk dicapai. Akan lebik bijak apabila terminologi kaya diganti dengan kata kecukupan. Sebab tingkat kekayaan seseorang di satu pihak mungkin terlalu menyakitkan bagi orang lain. Hal yang harus diingat bahwa alam semesta tidak hanya menyediakan perbendaharaan yang cukup, namun persediaan yang sangat melimpah bahkan tak terbatas.

Cinta

Manusia hendaknya menyadari bahwa kehadirannya di dunia ini adalah buah dari Cinta. Cinta dari Yang Maha Rahman dan Rahim seharusnya menjadi sifat turunan yang dimiliki oleh manusia. M. Scott Peck mengatakan bahwa cinta itu terlalu dalam untuk benar-benar dapat dipahami, diukur, atau dibatasi dengan kata-kata.

Oleh karena sifatnya yang misterius inilah maka manusia tidak pernah sampai pada definisi yang benar-benar memuaskan. Hal penting yang harus diperhatikan bahwa kita tidak dapat mencintai orang lain kecuali kita terlebih dahulu mencintai diri kita sendiri. Pengabdian kepada perkembangan spiritual berarti pengabdian kepada manusia di mana kita menjadi bagiannya. Mencintai orang lain berarti mencintai diri sendiri, demikian juga sebaliknya.

Cinta bukanlah kata-kata, namun cinta adalah tindakan kehendak. Kesatuan dari maksud dan tindakan. Kehendak adalah pilihan, oleh karena tidak ada paksaan bagi seseorang untuk mencintai atau tidak mencintai. Namun terlepas dari definisi Scott Peck tersebut, yang paling penting adalah bahwa cinta adalah perasaan yang tidak memilih, cinta yang tak besrsyarat. Cinta yang berupa tindakan yang tidak membedakan asal-usul, perbedaan pandangan, keyakinan, sifat, bahkan yang paling ektrim adalah cinta kepada musuh. Cinta yang telah dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul, para tokoh dan pemimpin hebat yang pernah hadir di dunia ini. Cinta harus dimaknai secara luas, karena definisi yang membatasi akan menimbulkan penderitaan dan rasa sakit. Itulah sebabnya mengapa dunia ini tidak pernah benar-benar berada dalam keadaan aman, damai dan sejahtera, disebabkan karena sempitnya pemahaman mengenai cinta.

Gali terus potensi diri, tetapkan tujuan, rawat dan pupuklah benih unggul yang sudah ditanam, selaraskan dengan Hukum Pertumbuhan, teruslah menjaga dan memperhatikan proses pertumbuhan, jauhkan dari hama dan penyakit, maka kelak pohon kehidupan akan memberikan hasil yang luar biasa – kebahagian sejati.

Fax mentis incedium gloriae

The passion of glory is the torch of the mind

Popularity: 100% [?]